Minggu, 16 November 2025

INOVASI MINUMAN MATCHA

INOVASI MINUMAN MATCHA



 Inovasi matcha mencakup berbagai kreasi baru dalam minuman dan makanan, mulai dari matcha cloud drink yang populer, matcha latte dengan berbagai kombinasi rasa (seperti stroberi, espresso, atau lemon), hingga olahan gurih dan pedas seperti sate taichan dengan saus matcha atau ramen dengan cita rasa matchaInovasi ini juga meluas ke produk makanan ringan seperti biskuit dan wafer, serta jajanan tradisional seperti bakpia, dan bahkan minuman koktail seperti matcha whiskey highball.  

Inovasi minuman
  • Matcha Latte modern:
    Coconut Matcha Cloud
  • Minuman unik:
    Matchagato
Inovasi makanan
  • Cemilan dan hidangan ringan:
    Bakpia Matcha
  • Makanan gurih:
    Spicy Chicken Ramen
Inovasi produk
  • Bahan baku dan pengolahan: 
    Penggunaan matcha dengan kualitas yang berbeda-beda dan teknologi pengolahan khusus untuk menghasilkan rasa dan tekstur yang diinginkan.
  • Kolaborasi: 
    Sinergi antara berbagai brand untuk menciptakan produk inovatif, misalnya kolaborasi Excelso dengan Colt Coffee Culture untuk seri Matcha Royale atau kolaborasi Bakpia Kukus Tugu Jogja dengan Kyoto. 

PERBEDAAN MATCHA DAN GREEN TEA

 PERBEDAAN MATCHA DAN GREEN TEA



1. PENGOLAHAN

Dalam proses pengolahan teh hijau, produsen teh akan memanen daun teh dan segera memanaskannya dengan cara mengukus, membakarnya di wajan, atau mengeringkan di bawah matahari. Tujuannya adalah untuk menghindari oksidasi daun agar tidak berubah warna menjadi cokelat. Setelah daun mengering, teh hijau siap untuk konsumsi.

Sementara itu, pengolahan matcha cenderung lebih hati-hati. Tumbuhan teh untuk matcha biasanya ditanam mendekati masa panen di area yang tidak terkena banyak matahari. Tujuannya adalah untuk mengontrol variabel produksi sehingga rasa dan karakteristik akhirnya sesuai dengan matcha pada umumnya.

Proses pengeringan matcha setelah panen juga harus secara cepat agar tidak terjadi oksidasi. Jika teh sudah kering, produsen akan menggiling daun tanpa batang dan serat daunnya agar menjadi bubuk. Warna normal untuk bahan ini adalah hijau terang, bukan hijau tua.

2. RASA

Soal rasa, terdapat pula perbedaan antara matcha dan green tea. Teh hijau memiliki rasa yang cenderung sepat namun ringan dan menyegarkan. Sementara itu, matcha memiliki rasa sedikit pahit dan manis, dan tajam atau earthy. Orang-orang juga terkadang menyebut matcha sebagai bentuk teh hijau yang terkonsentrasi.

3. PRODUK AKHIR

Sebagai menu sehat, biasanya kamu akan mengonsumsi teh hijau dalam bentuk daun cacah atau teh kantong. Cukup dengan mencampurkan teh hijau dengan air panas, kamu bisa langsung menikmatinya sebagai minuman hangat. Beberapa orang lebih suka menambahkan gula, lemon, ataupun madu sebagai perasa.

Sementara itu, matcha umumnya bisa kamu dapatkan dalam bentuk bubuk untuk kemudian kamu campurkan dengan bahan lain. Pertama-tama air panas akan ditambahkan pada matcha untuk membentuk teh. 

Terkadang, menggunakan alat pengocok dari bambu bisa membantu mengurangi gumpalan bubuk matcha dan membuat rasa minumannya lebih konsisten. Setelah itu, matcha dapat kamu kreasikan dengan tambahan susu untuk membuat matcha latte.

SEJARAH MATCHA

SEJARAH MATCHA


Awal Mula dari Impor dari Cina

Matcha pertama kali muncul di Jepang pada tahun 805. Matcha diimpor dari Cina. Pada waktu itu, Jepang mengirimkan delegasi ke Cina untuk mengadopsi bagian-bagian unggul dari peradaban dan politik Cina yang lebih maju. Di tengah-tengah delegasi ini, Saichō dan Kūkai membawa biji matcha dari Cina ke Jepang.

Meskipun matcha diimpor ke Jepang, pada waktu itu matcha sangat mahal sehingga hanya bisa dinikmati oleh sejumlah kecil orang dengan status tinggi seperti biksu dan bangsawan. Selain itu, pengiriman delegasi ke Cina juga dihentikan, sehingga tidak memungkinkan untuk terus membawa biji dari Cina.

 Dengan demikian, karena hanya orang kelas atas yang bisa meminumnya dan dihentikannya pengiriman delegasi ke Cina, pada titik ini matcha belum menyebar di Jepang.

Matcha Mulai Menyebar di Zaman Kamakura

Pada zaman Kamakura, ketika para samurai memegang kekuasaan, seorang biksu bernama Eisai membawa biji matcha dari Cina ke Jepang. Selain membawa biji matcha, ia juga menulis buku berjudul “Kissa Yōjōki” yang berisi cara minum matcha, etiket, efek, dan manfaatnya. Pembuatan buku yang mendetail tentang matcha ini memungkinkan banyak orang Jepang untuk memahami matcha dengan lebih baik. Selain itu, budidaya matcha mulai serius dilakukan. Pengaruh dari “Kissa Yōjōki” adalah sebagai berikut:

 Metode Pembuatan: Sebelum itu, metode minum teh yang umum di Jepang adalah dengan menyeduh daun teh (sencha). Namun, dengan adanya buku ini, metode minum matcha dalam bentuk bubuk, yang masih populer hingga sekarang, mulai menyebar, dan menjadi dasar budaya teh hijau.

 Etiket: Pada waktu itu di Cina, teh disiapkan dalam satu teko dan diminum bersama beberapa kali sehari, termasuk saat berlatih atau sebelum tidur. Etiket ini membawa makna menyatukan hati dalam latihan bersama. Selain itu, saat acara besar, diadakan upacara minum teh bersama yang disebut “sōcharei”. Dengan mengadopsi upacara ini ke Jepang, tradisi ini kemudian berkembang menjadi upacara minum teh (chanoyu).

 Efek dan Manfaat: Buku tersebut mencatat bahwa komponen matcha membantu memperbaiki organ tubuh dan memiliki manfaat untuk kesehatan dan umur panjang. Seperti judul bukunya, matcha dikenal memiliki efek “yōjō” (perawatan kesehatan), sehingga matcha menyebar tidak hanya sebagai minuman tetapi juga sebagai obat.

 Budidaya: Efek penyegar dari matcha sangat berguna dalam latihan keras Zen, sehingga budidaya teh di kuil-kuil mulai meluas. Metode budidaya matcha ini kemudian disampaikan kepada Myōe Shōnin di Toganoo, Kyoto, dan berkembang menjadi kebun teh yang lebih serius.

 Pada zaman ini, karena para samurai pertama kali memegang kekuasaan, matcha juga digunakan sebagai alat sosial di antara para samurai. Dengan budidaya matcha yang semakin serius, lahir budaya “tōcha” di mana para samurai menebak asal matcha di acara sosial, mirip dengan peran wine saat ini. Akhirnya, karena taruhan juga dilakukan bersama dengan tōcha, tōcha dilarang, tetapi hal ini menunjukkan seberapa dalam matcha telah menyebar di kalangan samurai.

Kyoto dan Uji Menjadi Penghasil Matcha Terkenal

Awalnya, Uji di Kyoto adalah daerah yang dekat dengan ibu kota dan memiliki iklim berkabut dan hangat yang cocok untuk budidaya teh, sehingga teh ditanam di sana. Pada zaman Muromachi, oleh shogun ketiga, Ashikaga Yoshimitsu, kebun teh di Uji menerima perlakuan istimewa sebagai tempat budidaya matcha resmi pemerintah, yang dengan cepat menjadikan Uji sebagai penghasil matcha terkenal.

 Ashikaga Yoshimitsu juga terkenal karena membangun Kinkaku-ji, tetapi dia juga merupakan orang yang mendorong produksi matcha di Uji. Selain itu, pada zaman ini, matcha mulai diterima sebagai minuman di kalangan samurai, dan minum teh menjadi tren di kalangan samurai.

Wabicha Menyebar oleh Sen no Rikyū

Pada zaman Azuchi-Momoyama, budaya wabicha mulai menyebar oleh Sen no Rikyū. Wabicha adalah cara menikmati teh dengan mengurangi kemewahan dan menikmati teh dalam suasana tenang di ruangan yang sederhana, yang juga berhubungan dengan cara minum matcha saat ini. Dengan minum matcha di ruangan yang sederhana dan tenang, seseorang dapat merenungkan dirinya sendiri dan bertujuan untuk pembentukan spiritual.

Cara ini sangat berbeda dengan minum teh dalam keramaian yang ada sebelumnya. Pada masa itu, karena sering terjadi perang, wabicha menjadi populer di kalangan orang-orang yang jiwanya mudah terganggu, termasuk Oda Nobunaga dan Toyotomi Hideyoshi yang juga menyukai wabicha.

Lahirnya Matcha Berwarna Hijau


Seorang pengusaha teh bernama Nagatani Sōen berhasil mengembangkan metode pembuatan teh pada tahun 1738 yang menghasilkan matcha berwarna hijau dari yang sebelumnya berwarna cokelat. Meskipun terdengar mengejutkan, hingga tahun 1738 di zaman Edo, matcha tidak berwarna hijau seperti sekarang, melainkan cokelat. Teh hijau yang dihasilkan oleh Nagatani Sōen memiliki aroma dan rasa yang lebih kuat, sehingga menjadi sangat populer.

Selain itu, pada akhir zaman Edo, seorang pedagang teh di Edo bernama Yamamoto Kahei berhasil menciptakan gyokuro, teh yang lebih mewah daripada teh sebelumnya. Dengan perkembangan metode produksi matcha ini, matcha secara bertahap menyebar ke seluruh Jepang.

Teapot Membuat Matcha Bisa Dinikmati di Rumah Tangga Umum

Pada zaman ini, mesin produksi matcha berkembang dan memungkinkan produksi massal matcha. Kemudian, pada zaman Taisho, teapot (kyusu) menjadi populer. Dengan munculnya teapot, matcha bisa dinikmati di rumah tangga umum hanya dengan menuangkan air panas.

Dengan cara ini, matcha mulai dinikmati di berbagai rumah tangga di Jepang.

Matcha Jepang Menjadi “MATCHA” Dunia

Sekitar tahun 2010, topik tentang anti-penuaan dan kesehatan menjadi sangat populer di kalangan selebriti. Pada saat itu, efek kesehatan dari matcha mulai mendapat perhatian, sehingga matcha dengan cepat menyebar ke daerah-daerah di luar Jepang. Sekarang, matcha tidak hanya populer di Jepang tetapi juga menjadi minuman yang digemari di seluruh dunia.

Senin, 10 November 2025

matchabledairy

Matcha adalah teh hijau berbentuk bubuk yang diperoleh dari menggiling daun teh hijau pilihan hingga halus seperti tepung. Selain diminum pada upacara minum teh, matcha digunakan sebagai bahan perisa dan pewarna untuk berbagai jenis makanan, seperti mochi, soba, es krim, es serut, cokelat, berbagai jenis kue Barat, dan wagashi.


Kandungan Nutrisi Matcha

Jumlah nutrisi yang lebih tinggi pada matcha sebenarnya tidak lepas dari proses pengolahan setelah panen. Jika daun teh biasa hanya dikeringkan, matcha perlu dikeringkan dan dihaluskan hingga menjadi bubuk sebelum akhirnya bisa dikonsumsi.

Nah, karena proses penghalusan ini, otomatis kamu akan mengonsumsi seluruh bagian daun teh hijau sehingga nutrisi yang masuk ke tubuh pun lebih banyak daripada teh dengan ampas.

Dalam 2 sendok teh bubuk matcha yang dilarutkan dalam segelas air hangat, terkandung 14 kalori dan nutrisi lain, seperti kalsium, zat besi, serat dan antioksidan. Ada beberapa jenis antioksidan dalam matcha, yaitu katekin, theanine, polifenol, dan quercetin.

Katekin adalah antioksidan yang jumlahnya paling banyak dalam matcha. Bahkan, jika diseduh, jumlah katekin pada matcha bisa 3 kali lebih banyak dari teh biasa, lho.


Manfaat matcha untuk kesehatan tubuh

1. Menambah energi

Kandungan kafein diketahui mampu meningkatkan konsentrasi. Nah, berkat metode penanaman yang unik, matcha menjadi minuman yang tinggi kafein. Dalam secangkir matcha, terkandung sekitar 76–180 mg. Jumlah ini diketahui lebih tinggi daripada jumlah kafein dalam secangkir kopi.Jadi, kalau kamu kurang begitu menyukai kopi tetapi ingin minuman yang tinggi kafein, matcha bisa jadi pilihan, nih.


2. Menurunkan berat badan

Matcha juga dikabarkan bagus untuk menurunkan berat badan karena mampu meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak, apalagi jika diminum sebelum berolahraga. Namun, untuk mendapatkan manfaat ini, pastikan kamu mengonsumsi matcha tanpa tambahan susu atau gula agar kalorinya tidak meningkat, ya.


3. Meningkatkan fokus dan daya ingat

Kalau kamu sering kehilangan fokus dan sulit untuk mengingat, coba deh mulai mengonsumsi matcha. Pasalnya, minuman ini kaya akan kafein, theanine, dan asam amino yang mampu meningkatkan fokus dan daya ingat. Tidak hanya itu saja, theanine dan asam amino juga diketahui bisa mengurangi stres.


4. Menjaga kesehatan jantung

Kandungan katekin di dalam matcha terbukti bisa menurunkan tekanan darah tinggi, salah satu faktor risiko penyakit jantung. Katekin berperan dalam mengurangi peradangan dan mengendurkan pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Selain tekanan darah tinggi, katekin juga mampu menurunkan faktor risiko penyakit jantung lainnya, seperti kadar kolesterol dan trigliserida.


5. Menjaga kesehatan hati

Tak hanya menjaga kesehatan jantung, katekin dalam matcha juga bagus untuk hati. Penelitian menyebutkan bahwa antioksidan yang satu ini mampu meningkatkan fungsi hati pada penderita perlemakan hati yang tidak terkait alkohol. Namun, manfaat ini masih memerlukan uji klinis lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya.


6. Mencegah kanker

Katekin dan polifenol dalam matcha memiliki sifat antikanker yang kuat sehingga mampu melindungi sel-sel tubuh dari kanker. Walau tampak menjanjikan, manfaat ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya, ya.

INOVASI MINUMAN MATCHA

INOVASI MINUMAN MATCHA   Inovasi matcha mencakup berbagai kreasi baru dalam minuman dan makanan, mulai dari  matcha cloud drink yang populer...