PERBEDAAN MATCHA DAN GREEN TEA
1. PENGOLAHAN
Dalam proses pengolahan teh hijau, produsen teh akan memanen daun teh dan segera memanaskannya dengan cara mengukus, membakarnya di wajan, atau mengeringkan di bawah matahari. Tujuannya adalah untuk menghindari oksidasi daun agar tidak berubah warna menjadi cokelat. Setelah daun mengering, teh hijau siap untuk konsumsi.
Sementara itu, pengolahan matcha cenderung lebih hati-hati. Tumbuhan teh untuk matcha biasanya ditanam mendekati masa panen di area yang tidak terkena banyak matahari. Tujuannya adalah untuk mengontrol variabel produksi sehingga rasa dan karakteristik akhirnya sesuai dengan matcha pada umumnya.
Proses pengeringan matcha setelah panen juga harus secara cepat agar tidak terjadi oksidasi. Jika teh sudah kering, produsen akan menggiling daun tanpa batang dan serat daunnya agar menjadi bubuk. Warna normal untuk bahan ini adalah hijau terang, bukan hijau tua.
2. RASA
Soal rasa, terdapat pula perbedaan antara matcha dan green tea. Teh hijau memiliki rasa yang cenderung sepat namun ringan dan menyegarkan. Sementara itu, matcha memiliki rasa sedikit pahit dan manis, dan tajam atau earthy. Orang-orang juga terkadang menyebut matcha sebagai bentuk teh hijau yang terkonsentrasi.
3. PRODUK AKHIR
Sementara itu, matcha umumnya bisa kamu dapatkan dalam bentuk bubuk untuk kemudian kamu campurkan dengan bahan lain. Pertama-tama air panas akan ditambahkan pada matcha untuk membentuk teh.
Terkadang, menggunakan alat pengocok dari bambu bisa membantu mengurangi gumpalan bubuk matcha dan membuat rasa minumannya lebih konsisten. Setelah itu, matcha dapat kamu kreasikan dengan tambahan susu untuk membuat matcha latte.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar